Sabtu, 12 September 2015



YOS SUDARSO “PAHLAWAN DARI SALATIGA JAWA TENGAH”

Profil Yos Sudarso 
Nama                   : Yoshapat Soedarso
Tempat Lahir      : Salatiga, Jawa Tengah
Tanggal Lahir     : 24 November 1925
Meninggal         : Laut Aru, 15 Januari 1962 (36 tahun)
Istri                     : Siti Kustini
Agama               : Kristen
Warga Negara  : Indonesia

PERJALANAN HIDUP YOS SUDARSO DALAM MEMBELA TANAH AIR
            Pahlawan yang satu ini adalah pahlawan yang namanya dijadiakan nama jalan serta pulau daerah Jakarta dan Papua. Yos Sudarso adalah salah satu pahlawan yang gugur di medan perang melawanpenjajah untukmemerdekakan bangsa dan Negara Indonesia. Pahlawan Sudarso sangat lekat di ingatan rakyat Indonesia dalam memperjuangkan bangsa Indonesia merebut Irian Barat dari penjajahan Belanda.
            Komodar Yos Sudarso,Deputi Kepala Staf Angkatan Laut ini gugur dalam pertemputsn di Laut Aru. KRI Macan Tutul yang dinaikinya tenggelam dihajar meriam kapal Belanda. Saat itu konfrontasi anatara Indonesia dan Belanda dalam merebutkan Irian Barat sedang panas-panasnya. TNI menggelar operasi rahasia untuk menyusupkan sukarelawan ke Irian. Para sukarelawan yang sudah dilatih kemiliteran ini diterbangkan Hercules TNI AU ke Kepulauan Maluku kemudian pindah naik motor torpedo boat (MTB) milik TNI AL. MTB sejatinya bukan kapal penganggkut pasukan. Namun karena kecepatannya,kapal ini dipilih. Walau namanya torpedo boat,ternyata saat itu kapal-kapal buatan Jerman itu  belum memiliki torpedo.
            Ada empat MTB diberangkatkan dari Tanjung Priok. Namun salah satunya tidak bisa melanjutkan perjalanan. Hanya KRI Macan Tutul,KRI Macan kumbang dan KRI Harimau yang meneruskan misi ini. Saat itu Yos Sudarso adalah orang nomor dua TNI AL. Sebagai perwira tinggi, hal yang aneh dia ikut dalam kapal dan mengikutioperasi rahasia dengan resiko kematian. Tapi demi solidaritas pada anak buah dan keinginan untuk mengibarkan merah putih di Irian, Yos Sudarso turut dalam misi itu. Senin, 15 Januari 1962 malam, iring-iringan tiga KRI tercium patroli udara Belanda diatas Laut Aru. Pesawat Neptune Belanda segera mengontak tiga kapal perang Hr.  Ms. Evertsen Hr. Ms. Kortenaer dan Hr. Ms. Utrecht. Suara tembakan meriam segera memenuhi lautan. Secara persenjataan, tiga akapal Belanda dan dibantu pengintai udara bukan tandingan tiga KRI.
            KRI Macan Tutul yang ditumpangi Yos sudarso maju menuju kapal Belanda. Dia mengambil alih komando pertempuran. Macan tutul sengaja menjadi umpan agar KRI Harimau dan Macan Kumbang bisa meloloskan diri. Tembakan meriam Belanda membakar Macan Tutul. Sebelum tenggelam, Komodor Yos Sudarso berkata di radio “ Kobarkan terus semangat pertempuran”. Beberapa menit kemudian kapan yang  ditumpanginya tenggelam. Perwira gagah berani ini gugur di Perairan  Aru. Dua kapal KRI yang lain berhasil lolos dan menyelamatkan diri ke perairan dangkal.
Untuk menghormati para pahlawan ini setiap  tannggal 15 Januari TNI AL memperingati hari Darma Samude.
Biografi pendidikan Yosaphat Soedarso
            Yos Sudarso menyelesaikan pendidikannya di HIS Salatiga dan melanjutkan pendidikannya ke sekolah guru di daerah Muntilan. Akan tetapi ia berhenti saat jepang datang dan menguasai Indonesia. Yos kemudian dipindahkan di sekolah tinnggi pelayaran Semarang dan ikut pendidikan opsir di Giyu Usamu Butai yaitu sebagai salah satu murid lulusan terbaik. Ia lalu bekerja sebagai mualim kapal milik jepang. Setelah Proklamasi kemerdekaan Indonesia usai, ia masuk di BKR Laut yang kini di kenal sebagai TNI Laut. Ia terlibat operasi militer antara pulau Maluku untuk memberikan informasi tentang kemerdekaan Indonesia di bagian Indonesia Timur yang masih dijajah oleh Belanda.
            Dalam biografi Yos Sudarso juga disebutkan bahwa setelah kedaulatan RI, ia kemudian diangkat sebagai komandan kapal yang kemudian memimpin KRI Alu, KRI Rajawali, KRI Gajah Mada dan KRI Pattimura. Tahun 1958, ia ppernah menjabat hakim pengadilan tentara walaupun Cuma sekitar 4 bulan. Kemudian dalam perjalanan hidup Yos, ia juga pernah mengintai peribangunan kapal perang antara Indonesia dengan Italia di Negara Italia.
 Semoga biografi ini memberikan informasi serta pengetahuan akan sejarah serta jasa-jasa pahlawan RI yang telah gugur di medan perang melawan penjajah.

Sumber